semalam intan dalam perjalanan dari rumah (alamak terlupa plak nak bagitau intan skangni dah beli rumah kat cyberjaya - Alhamdulillah rezeki sejak jadi penjawat awamni semakin murah) selepas balik kerja terus nak pegi penang sebab ada jemputan kenduri n ditambah nak bercuti...ialah paham2lakan dah letih kerja jadi apa salahnya cuti yang adani kita rehatkanla minda bersama ibu tercinta...namun yang tak bestnya semalam jalan sepanjang hhighway plus ke utara terlalu sesak...ok intan paham keadaan yang berlaku sebab orang ramai berpusu balik kampung sebab cuti panjang...
namun sebenarnya apa yang berlaku ialah kesilapan PLUS buka laluan kecemasan utk jadikan highway3 lorong...utk apa PLUS buat macamtu..?nak jadikan lorong banyak supaya tak berlakunya kesesakan..?bagaimana pula dengan kenderaan yang dalam kecemasan..?nak letak kat mana..?letak kat penghadang jalan..?sepatutnya PLUS memikirkan keadaan bila nak membuat sesuatu keputusan...adakah didalam PLUS takde pegawainya yang menggunakan highway..?taktaula plak kalau semua staf PLUS dapat kelebihan balik kampung naik helikopter jadi tak terlibat dengan kesesakan lalu lintas...
bila PLUS jadikan lorong kecemasan sebagai laluan alternatif apa gunanya polis yang buat pemantauan dan menyaman pemandu yang menggunakan laluan alternatif..?pasti akan berlakunya pertengkaran tetapi PLUS tetap akan mengaut keuntungan dengan kutipan tolnya...
masalah mula timbul apabila sampai di persimpangan pemandu yang menggunakan lorong kecemasan sudah pasti akan memasuki kembali laluan yang betul...disinilah bermulanya kesesakan...pemandu yang mengikut laluan yang betul sudah pasti berkeras tidak akan memberi laluan dan tidak mustahil kemalangan akan berlaku...
disinilah yang intan tak paham...ape perlunya menjadikan lorong kecemasan sebagai laluan alternatif...?seharusnya PLUS menjadi lebih bijak sebelum membuat sesuatu keputusan yang boleh dianggap bangang..
Saturday, February 13, 2010
Wednesday, February 10, 2010
Kisah Kaum Nabi Luth
KAUM NABI LUTH DAN KOTA YANG DIJUNGKIRBALIKKAN
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu." (QS. Al Qamar, 54: 33-36) !
Luth hidup semasa dengan Ibrahim. Luth diutus sebagai rasul atas salah satu kaum tetangga Ibrahim. Kaum ini, sebagaimana di-utarakan oleh Al Quran, mempraktikkan perilaku menyimpang yang belum dikenal dunia saat itu, yaitu sodomi. Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampai-kan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, mengingkari kenabi-annya, dan meneruskan penyimpangan mereka. Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan.
Kota kediaman Luth, dalam Perjanjian Lama disebut sebagai kota Sodom. Karena berada di utara Laut Merah, kaum ini diketahui telah di-hancurkan sebagaimana termaktub dalam Al Quran. Kajian arkeologis mengungkapkan bahwa kota tersebut berada di wilayah Laut Mati yang terbentang memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania.
Sebelum mencermati sisa-sisa dari bencana ini, marilah kita lihat mengapa kaum Luth dihukum seperti ini. Al Quran menceritakan bagai-mana Luth memperingatkan kaumnya dan apa jawaban mereka:
"Kaum Luth telah mendustakan rasulnya, ketika saudara mereka Luth, berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?". Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa ka-mu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka menjawab "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang yang diusir". Luth berkata 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu '." (QS. Asy-Syu'araa', 26: 160-168 ) !
Sebagai jawaban atas ajakan ke jalan yang benar, kaum Luth justru mengancamnya. Kaumnya membenci Luth karena ia menunjuki mereka jalan yang benar, dan bermaksud menyingkirkannya dan orang-orang yang beriman bersamanya. Dalam ayat lain, kejadian ini dikisahkan se-bagai berikut:
"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah ) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri ." (QS. Al A'raaf, 7: 80-82) !
Luth menyeru kaumnya kepada sebuah kebenaran yang begitu nyata dan memperingatkan mereka dengan jelas, namun kaumnya sama sekali tidak mengindahkan peringatan macam apa pun dan terus menolak Luth dan tidak mengacuhkan azab yang telah ia sampaikan kepada mereka:
"Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: "Sesungguh-nya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu". Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?" Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya menga-takan: "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar." ( QS. Al 'Ankabuut, 29: 28-29) !
Karena menerima jawaban sedemikian dari kaumnya, Luth meminta pertolongan kepada Allah.
"Ia berkata: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu." (QS. Al 'Ankabuut, 29: 30) !
"Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan." ( QS. Asy-Syu'araa', 26:169) !
Atas doa Luth tersebut, Allah mengirimkan dua malaikat dalam wu-jud manusia. Kedua malaikat ini mengunjungi Ibrahim sebelum menda-tangi Luth. Di samping membawa kabar gembira kepada Ibrahim bahwa istrinya akan melahirkan seorang jabang bayi, kedua utusan itu menjelas-kan alasan pengiriman mereka: Kaum Luth yang angkara akan dihan-curkan:
"Ibrahim bertanya, "Apakah urusanmu hai para utusan?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras), yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membi-nasakan) orang-orang yang melampaui batas." (QS. Adz-Dzaariyaat, 51: 31-34) !
"Kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)." (QS. Al Hijr, 15: 59-60) !
Setelah meninggalkan Ibrahim, para malaikat yang dikirim sebagai utusan lalu mendatangi Luth. Karena belum pernah bertemu utusan sebe-lumnya, Luth awalnya merasa khawatir, namun kemudian ia merasa te-nang setelah berbicara dengan mereka.
"Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepa-da Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena keda-tangan mereka, dan dia berkata, "Inilah hari yang amat sulit." (QS. Huud, 11: 77) !
"Ia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak di-kenal". Para utusan menjawab: "Sebenarnya kami ini datang kepa-damu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan ka-mi datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang yang benar. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu". Dan Kami telah wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bah-wa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh." (QS. Al Hijr, 15 : 62-66) !
Sementara itu, kaum Luth telah mengetahui bahwa ia kedatangan tamu. Mereka tidak ragu-ragu untuk mendatangi tamu-tamu tersebut de-ngan niat buruk sebagaimana terhadap yang lain-lain sebelumnya. Mere-ka mengepung rumah Luth. Karena khawatir atas keselamatan tamunya, Luth berbicara kepada kaumnya sebagai berikut:
"Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan-lah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina." (QS. Al Hijr, 15 : 68-69) !
Kaum Luth menjawab dengan marah:
"Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (me-lindungi) manusia." (QS. Al Hijr, 15: 70) !
Merasa bahwa ia dan tamunya akan mendapatkan perlakuan keji, Luth berkata:
"Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu akan aku lakukan)." (QS. Huud, 11: 80) !
"Tamu"-nya mengingatkannya bahwa sesungguhnya mereka adalah utusan Allah dan berkata:
"Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan da-pat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat ?" (QS. Huud, 11 : 81) !
Ketika kelakuan jahat warga kota memuncak, Allah menyelamatkan Luth dengan perantaraan malaikat. Pagi harinya, kaum Luth dihancur-leburkan dengan bencana yang sebelumnya telah ia sampaikan.
"Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal." (QS. Al Qamar, 54: 37-38) !
Ayat yang menerangkan penghancuran kaum ini sebagai berikut :
"Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, keti-ka matahari akan terbit. Maka kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang meperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia)." (QS. Al Hijr, 15: 73-76) !
"Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim." (QS. Huud, 11: 82-83) !
"Kemudian Kami binasakan yang lain, dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu belerang), maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesung-guhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (QS. Asy-Syu'araa', 26: 172-175) !
Ketika kaum tersebut dihancurkan, hanya Luth dan pengikutnya, yang tidak lebih dari "sebuah keluarga", yang diselamatkan. Istri Luth sendiri juga tidak percaya, dan ia juga dihancurkan.
"Dan (Kami juga yang telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerja-kan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelumnya?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mere-ka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang me-lampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura me-nyucikan diri". Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengi-kutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu belerang), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang memperturutkan dirinya dengan dosa dan kejahatan itu." (QS. Al A'raaf, 7: 80-84) !
Demikianlah, Nabi Luth diselamatkan bersama para pengikut dan keluarganya, kecuali istrinya. Sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian Lama, ia (Luth) berimigrasi bersama Ibrahim. Akan halnya kaum yang sesat itu, mereka dihancurkan dan tempat tinggal mereka diratakan de-ngan tanah.
"Tanda-Tanda yang Nyata" di Danau Luth
Ayat ke-82 Surat Huud dengan jelas menyebutkan jenis bencana yang menimpa kaum Luth. "Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi."
Pernyataan "menjungkirbalikkan (kota)" bermakna kawasan terse-but diluluhlantakkan oleh gempa bumi yang dahsyat. Sesuai dengan ini, Danau Luth, tempat penghancuran terjadi, mengandung bukti "nyata" dari bencana tersebut.
Kita kutip apa yang di-katakan oleh ahli arkeologi Jerman bernama Werner Keller, sebagai berikut:
Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis me-lewati daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam sa-tu hari terjerumus ke ke-dalaman. Kehancuran mereka terjadi melalui se-buah peristiwa gempa bu-mi dahsyat yang mung-kin disertai dengan letus-an, petir, keluarnya gas alam serta lautan api.
Malahan, Danau Luth, atau yang lebih dikenal dengan Laut Mati, ter-letak tepat di puncak suatu kawasan seismik aktif, yaitu daerah gempa bumi:
Dasar dari Laut Mati berdekatan dengan runtuhan yang berasal dari peristi-wa tektonik. Lembah ini terletak pada sebuah tegangan yang merentang antara Danau Taberiya di Utara dan tengah-tengah Danau Arabah di Selatan.
Peristiwa tersebut dilukiskan dengan "Kami menghujani mereka de-ngan batu belerang keras sebagaimana tanah liat yang terbakar secara bertubi-tubi" pada bagian akhir ayat. Ini semua mungkin berarti letusan gunung api yang terjadi di tepian Danau Luth, dan karenanya cadas dan batu yang meletus berbentuk "terbakar" (kejadian serupa diceritakan da-lam ayat ke-173 Surat Asy-Syu'araa' yang menyebutkan: "Kami menghu-jani mereka (dengan belerang), maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.")
Berkaitan dengan hal ini, Werner Keller menulis :
Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Di lembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati; bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.
Lava dan lapisan basal merupakan bukti terbesar bahwa letusan gu-nung api dan gempa bumi pernah terjadi di sini. Bencana yang dilukiskan dengan ungkapan "Kami menghujani mereka dengan batu belerang keras sebagaimana tanah liat yang terbakar secara bertubi-tubi" dalam Al Quran besar kemungkinan menunjuk letusan vulkanis ini, dan Allah-lah Yang Mahatahu. Ungkapan "Ketika firman Kami telah terbukti, Kami jungkir-balikkan (kota)", dalam ayat yang sama, mestilah menunjuk pada gempa bumi yang meng-akibatkan letusan gunung api di atas permukaan bu-mi dengan akibat yang dahsyat, serta retakan dan reruntuhan yang diaki-batkannya, dan hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.
"Tanda-tanda nyata" yang disampaikan oleh Danau Luth tentu sangat menarik. Umumnya, ke-jadian yang diceritakan dalam Al Quran terjadi di Timur Tengah, Jazirah Arab, dan Mesir. Tepat di tengah-tengah semua ka-wasan ini terletak Danau Luth. Danau Luth, serta sebagian peristiwa yang terjadi di sekitarnya, pa-tut mendapat perhatian secara geologis. Danau tersebut diperkirakan berada 400 meter di bawah permukaan Laut Tengah. Karena lokasi ter-dalam dari danau tersebut adalah 400 meter, dasarnya berada di keda-laman 800 meter di bawah Laut Tengah. Inilah titik yang terendah di seluruh permukaan bumi. Di daerah lain yang lebih rendah dari permu-kaan laut, paling dalam adalah 100 meter. Sifat lain dari Danau Luth adalah kandungan garamnya yang sangat tinggi, kepekatannya hampir mencapai 30%. Oleh karena itu, tidak ada organisme hidup, semacam ikan atau lumut, yang dapat hidup di dalam danau ini. Hal inilah yang menyebabkan Danau Luth dalam literatur-literatur Barat lebih sering disebut sebagai " Laut Mati".
Kejadian yang menimpa kaum Luth, yang disebutkan dalam Al Quran berdasarkan perkiraan terjadi sekitar 1.800 SM. Berdasarkan pada penelitian arkeologis dan geologis, peneliti Jerman Werner Keller mencatat bahwa kota Sodom dan Gomorah benar-benar berada di lembah Siddim yang merupakan daerah terjauh dan terendah dari Danau Luth, dan bahwa pernah terdapat situs yang besar dan dihuni di daerah itu.
Karakteristik paling menarik dari struktur Danau Luth adalah bukti yang menunjukkan bagaimana peristiwa bencana yang diceritakan dalam Al Quran terjadi:
Pada pantai timur Laut Mati, semenanjung Al Lisan menjulur seperti lidah jauh ke dalam air. Al Lisan berarti "lidah" dalam ba-hasa Arab. Dari daratan tidak tampak bahwa tanah berguguran di bawah permukaan air pada su-dut yang sangat luar biasa, me-misahkan laut menjadi dua ba-gian. Di sebelah kanan semenan-jung, lereng menghunjam tajam ke kedalaman 1200 kaki. Di sebe-lah kiri semenanjung, secara luar biasa kedalaman air tetap dang-kal. Penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa kedalam-annya hanya berkisar antara 50 - 60 kaki. Bagian dangkal yang luar biasa dari Laut Mati ini, mulai dari semenanjung Al Lisan sampai ke ujung paling Selatan, dulunya merupakan Lembah Siddim.16
Werner Keller menenggarai bahwa bagian dangkal ini, yang ditemu-kan terbentuk belakangan, merupakan hasil dari gempa bumi dahsyat yang telah disebutkan di atas. Di sinilah Sodom dan Gomorah berada, yakni tempat kaum Luth pernah hidup.
Suatu ketika, daerah ini dapat dilintasi dengan berjalan kaki. Namun sekarang, Lembah Siddim, tempat Sodom dan Gomorah dahulunya ber-ada, ditutupi oleh permukaan datar bagian Laut Mati yang rendah. Ke-runtuhan dasar danau akibat bencana alam mengerikan yang terjadi di awal alaf kedua sebelum Masehi mengakibatkan air garam dari utara mengalir ke rongga yang baru terbentuk ini dan memenuhi lembah sungai dengan air asin.
Jejak-jejak Danau Luth dapat terlihat.... Jika seseorang bersampan me-lintasi Danau Luth ke titik paling utara dan matahari sedang bersinar pada arah yang tepat, maka ia akan melihat sesuatu yang sangat me-nakjubkan. Pada jarak tertentu dari pantai dan jelas terlihat di bawah permukaan air, tampaklah gambaran bentuk hutan yang diawetkan oleh kandungan garam Laut Mati yang sangat tinggi. Batang dan akar di bawah air yang berwarna hijau berkilauan tampak sangat kuno. Lembah Siddim, di mana pepohonan ini dahulu kala bermekaran daunnya menutupi batang dan ranting merupakan salah satu tempat terindah di daerah ini. Aspek mekanis dari bencana yang menimpa kaum Luth diungkapkan oleh para peneliti geologi. Mereka mengungkapkan bahwa gempa bumi yang menghancurkan kaum Luth terjadi sebagai akibat rekahan yang sangat panjang di dalam kerak bumi (garis patahan) sepan-jang 190 km yang membentuk dasar sungai Sheri'at. Sungai Sheri'at membuat air terjun sepanjang 180 meter keseluruhannya. Kedua hal ini dan fakta bahwa Danau Luth berada 400 meter di bawah permukaan laut adalah dua bukti penting yang menunjukkan bahwa peristiwa geologis yang sangat hebat pernah terjadi di sini.
Struktur Sungai Sheri'at dan Danau Luth yang menarik hanya merupakan sebagian kecil dari re-kahan atau patahan yang melintas dari kawasan bumi tersebut. Kon-disi dan panjang rekahan ini baru ditemukan akhir-akhir ini.
Rekahan tersebut berawal da-ri tepian Gunung Taurus, meman-jang ke pantai selatan Danau Luth dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, dan ber-akhir di Afrika. Di sepanjangnya teramati kegiatan-kegiatan vulkanis yang kuat. Batuan basal hitam dan lava terdapat di Gunung Galilea di Israel, daerah dataran tinggi Yordan, Teluk Aqaba, dan daerah sekitarnya.
Seluruh reruntuhan dan bukti geografis tersebut menunjukan bahwa bencana geologis dahsyat pernah terjadi di Danau Luth. Werner Keller menulis:
Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis me-lewati daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman. Kehancuran mereka terjadi melalui sebu-ah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan, petir, keluarnya gas alam serta lautan api. Pergeseran patahan membang-kitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Di lembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati; bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.17
National Geographic edisi Desember 1957 menyatakan sebagai berikut:
Gunung Sodom, tanah gersang dan tandus muncul secara tajam di atas Laut Mati. Belum pernah seorang pun menemukan kota Sodom dan Gomorrah yang dihancurkan, namum para akademisi percaya bahwa mereka berada di lembah Siddim yang melintang dari tebing terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati menelan mereka setelah gempa bumi.18
Pompei Berakhir Serupa
Al Quran memberi tahu kita dalam ayat berikut bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah.
"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuatnya sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mere-ka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Ren-cana itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlaku-nya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang ter-dahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah." (QS. Faathir, 35: 42-43) !
Ya, "tidak akan ditemukan perubahan dalam sunnah Allah". Siapa pun, yang menentang hukum-Nya dan memberontak terhadap-Nya, akan menghadapi hukum suci yang sama. Pompei, sebuah simbol keme-rosotan Kekaisaran Romawi, juga melakukan perilaku seksual menyim-pang. Kesudahannya pun serupa dengan kaum Luth.
Kehancuran Pompei disebabkan oleh letusan gunung Vesuvius.
Gunung Vesuvius adalah simbol bagi Italia, terutama kota Naples. Karena berdiam diri selama dua ribu tahun terakhir, Vesuvius dinamai "Gunung Peringatan". Gunung ini dinamai demikian bukannya tanpa sebab. Bencana yang menimpa Sodom dan Gomorrah sangat mirip dengan bencana yang menghancurkan Pompei.
Di sebelah kanan Vesuvius terletak kota Naples dan di sebelah timur terletak Pompei. Lava dan debu dari letusan vulkanis dahsyat yang terjadi dua alaf yang lalu memerangkap warga kota tersebut. Bencana tersebut terjadi begitu tiba-tiba, sehingga segala sesuatu di kota itu terperangkap di tengah kehidupan sehari-hari dan hingga kini tetap seperti apa adanya dua alaf yang lalu. Seolah waktu telah dibekukan.
Pemusnahan Pompei dari muka bumi dengan bencana seperti ini bu-kan tanpa alasan. Catatan historis menunjukkan bahwa kota tersebut ada-lah sarang foya-foya dan perilaku menyimpang. Kota ini dikenal dengan meningkatnya pelacuran begitu tinggi sampai-sampai jumlah rumah bordil tidak terhitung lagi. Tiruan alat kelamin dalam ukuran aslinya di-gantungkan di depan pintu-pintu rumah bordil. Menurut tradisi yang ber-akar dari kepercayaan Mithra ini, organ seksual dan persetubuhan tidak seharusnya disembunyikan, namun diper-tontonkan secara terang-terangan.
Namun lava Vesuvius telah menyapu bersih seluruh kota dari peta dengan seke-tika. Segi yang paling menarik dari peris-tiwa ini adalah bahwa tidak ada seorang pun melarikan diri walau demikian he-bohnya letusan Vesuvius. Sepertinya me-reka sama sekali tidak menyadari bencana tersebut, seolah-olah mereka sedang ter-kena mantra. Sebuah keluarga yang sedang menyantap makanan mereka membatu saat itu juga. Banyak pasangan ditemukan membatu dalam keadaan se-dang berhubungan badan. Hal yang pa-ling menarik adalah bahwa terdapat pa-sangan berjenis kelamin sama dan pasang-an muda-mudi yang masih kecil. Wajah dari beberapa jasad membatu yang digali dari Pompei tidak rusak, ekspresi wajah-wajah tersebut pada umumnya menun-jukkan kebingungan.
Di sinilah terdapat aspek yang paling tak terpahami dari bencana itu. Bagaimana mungkin ribuan orang yang menunggu untuk dijemput maut tanpa melihat dan mendengar apa pun?
Aspek ini menunjukkan bahwa musnahnya Pompei mirip dengan peristiwa-peristiwa penghancuran yang disebutkan dalam Al Quran, karena Al Quran secara jelas menyebutkan "pembinasaan yang tiba-tiba" ketika menceritakan berbagai peristiwa itu. Sebagai contoh, "warga kota" yang disebutkan dalam Surat Yaasiin mati seketika secara bersamaan. Keadaan ini diceritakan dalam Surat Yaasiin ayat 29 sebagai berikut:
"Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati."
Dalam ayat 31 Surat Al Qamar, sekali lagi "pembinasaan seketika" ditekankan ketika penghancuran kaum Tsamud dikisahkan:
"Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput ke-ring (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang."
Kematian warga kota Pompei terjadi seketika sebagaimana peristiwa-peristiwa yang diceritakan pada ayat-ayat di atas.
Meskpun demikian, tidak banyak hal yang berubah di tempat Pompei pernah berdiri. Daerah Naples, tempat terjadinya kerusakan, tidak meng-alami yang terjadi di daerah Pompei yang tidak bermoral. Kepulauan Capri adalah basis bagi kaum homoseksual dan kaum nudis bertempat tinggal. Kepulauan Capri ditampilkan sebagai "surga homoseksual" da-lam iklan pariwisata. Tidak hanya di kepulauan Capri dan di Italia saja, namun hampir di seluruh dunia kemerosotan moral yang sama sedang terjadi, dan manusia tetap berkeras untuk tidak mengambil pelajaran dari pengalaman mengerikan kaum-kaum terdahulu.
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu." (QS. Al Qamar, 54: 33-36) !
Luth hidup semasa dengan Ibrahim. Luth diutus sebagai rasul atas salah satu kaum tetangga Ibrahim. Kaum ini, sebagaimana di-utarakan oleh Al Quran, mempraktikkan perilaku menyimpang yang belum dikenal dunia saat itu, yaitu sodomi. Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampai-kan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, mengingkari kenabi-annya, dan meneruskan penyimpangan mereka. Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan.
Kota kediaman Luth, dalam Perjanjian Lama disebut sebagai kota Sodom. Karena berada di utara Laut Merah, kaum ini diketahui telah di-hancurkan sebagaimana termaktub dalam Al Quran. Kajian arkeologis mengungkapkan bahwa kota tersebut berada di wilayah Laut Mati yang terbentang memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania.
Sebelum mencermati sisa-sisa dari bencana ini, marilah kita lihat mengapa kaum Luth dihukum seperti ini. Al Quran menceritakan bagai-mana Luth memperingatkan kaumnya dan apa jawaban mereka:
"Kaum Luth telah mendustakan rasulnya, ketika saudara mereka Luth, berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?". Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa ka-mu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas. Mereka menjawab "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang yang diusir". Luth berkata 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu '." (QS. Asy-Syu'araa', 26: 160-168 ) !
Sebagai jawaban atas ajakan ke jalan yang benar, kaum Luth justru mengancamnya. Kaumnya membenci Luth karena ia menunjuki mereka jalan yang benar, dan bermaksud menyingkirkannya dan orang-orang yang beriman bersamanya. Dalam ayat lain, kejadian ini dikisahkan se-bagai berikut:
"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah ) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri ." (QS. Al A'raaf, 7: 80-82) !
Luth menyeru kaumnya kepada sebuah kebenaran yang begitu nyata dan memperingatkan mereka dengan jelas, namun kaumnya sama sekali tidak mengindahkan peringatan macam apa pun dan terus menolak Luth dan tidak mengacuhkan azab yang telah ia sampaikan kepada mereka:
"Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: "Sesungguh-nya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu". Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?" Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya menga-takan: "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar." ( QS. Al 'Ankabuut, 29: 28-29) !
Karena menerima jawaban sedemikian dari kaumnya, Luth meminta pertolongan kepada Allah.
"Ia berkata: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu." (QS. Al 'Ankabuut, 29: 30) !
"Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan." ( QS. Asy-Syu'araa', 26:169) !
Atas doa Luth tersebut, Allah mengirimkan dua malaikat dalam wu-jud manusia. Kedua malaikat ini mengunjungi Ibrahim sebelum menda-tangi Luth. Di samping membawa kabar gembira kepada Ibrahim bahwa istrinya akan melahirkan seorang jabang bayi, kedua utusan itu menjelas-kan alasan pengiriman mereka: Kaum Luth yang angkara akan dihan-curkan:
"Ibrahim bertanya, "Apakah urusanmu hai para utusan?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras), yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membi-nasakan) orang-orang yang melampaui batas." (QS. Adz-Dzaariyaat, 51: 31-34) !
"Kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)." (QS. Al Hijr, 15: 59-60) !
Setelah meninggalkan Ibrahim, para malaikat yang dikirim sebagai utusan lalu mendatangi Luth. Karena belum pernah bertemu utusan sebe-lumnya, Luth awalnya merasa khawatir, namun kemudian ia merasa te-nang setelah berbicara dengan mereka.
"Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepa-da Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena keda-tangan mereka, dan dia berkata, "Inilah hari yang amat sulit." (QS. Huud, 11: 77) !
"Ia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak di-kenal". Para utusan menjawab: "Sebenarnya kami ini datang kepa-damu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan ka-mi datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang yang benar. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu". Dan Kami telah wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bah-wa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh." (QS. Al Hijr, 15 : 62-66) !
Sementara itu, kaum Luth telah mengetahui bahwa ia kedatangan tamu. Mereka tidak ragu-ragu untuk mendatangi tamu-tamu tersebut de-ngan niat buruk sebagaimana terhadap yang lain-lain sebelumnya. Mere-ka mengepung rumah Luth. Karena khawatir atas keselamatan tamunya, Luth berbicara kepada kaumnya sebagai berikut:
"Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan-lah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina." (QS. Al Hijr, 15 : 68-69) !
Kaum Luth menjawab dengan marah:
"Mereka berkata: "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (me-lindungi) manusia." (QS. Al Hijr, 15: 70) !
Merasa bahwa ia dan tamunya akan mendapatkan perlakuan keji, Luth berkata:
"Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu akan aku lakukan)." (QS. Huud, 11: 80) !
"Tamu"-nya mengingatkannya bahwa sesungguhnya mereka adalah utusan Allah dan berkata:
"Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan da-pat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat ?" (QS. Huud, 11 : 81) !
Ketika kelakuan jahat warga kota memuncak, Allah menyelamatkan Luth dengan perantaraan malaikat. Pagi harinya, kaum Luth dihancur-leburkan dengan bencana yang sebelumnya telah ia sampaikan.
"Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal." (QS. Al Qamar, 54: 37-38) !
Ayat yang menerangkan penghancuran kaum ini sebagai berikut :
"Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, keti-ka matahari akan terbit. Maka kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang meperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia)." (QS. Al Hijr, 15: 73-76) !
"Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim." (QS. Huud, 11: 82-83) !
"Kemudian Kami binasakan yang lain, dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu belerang), maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguh-nya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesung-guhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (QS. Asy-Syu'araa', 26: 172-175) !
Ketika kaum tersebut dihancurkan, hanya Luth dan pengikutnya, yang tidak lebih dari "sebuah keluarga", yang diselamatkan. Istri Luth sendiri juga tidak percaya, dan ia juga dihancurkan.
"Dan (Kami juga yang telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerja-kan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelumnya?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mere-ka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang me-lampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura me-nyucikan diri". Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengi-kutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu belerang), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang memperturutkan dirinya dengan dosa dan kejahatan itu." (QS. Al A'raaf, 7: 80-84) !
Demikianlah, Nabi Luth diselamatkan bersama para pengikut dan keluarganya, kecuali istrinya. Sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian Lama, ia (Luth) berimigrasi bersama Ibrahim. Akan halnya kaum yang sesat itu, mereka dihancurkan dan tempat tinggal mereka diratakan de-ngan tanah.
"Tanda-Tanda yang Nyata" di Danau Luth
Ayat ke-82 Surat Huud dengan jelas menyebutkan jenis bencana yang menimpa kaum Luth. "Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi."
Pernyataan "menjungkirbalikkan (kota)" bermakna kawasan terse-but diluluhlantakkan oleh gempa bumi yang dahsyat. Sesuai dengan ini, Danau Luth, tempat penghancuran terjadi, mengandung bukti "nyata" dari bencana tersebut.
Kita kutip apa yang di-katakan oleh ahli arkeologi Jerman bernama Werner Keller, sebagai berikut:
Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis me-lewati daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam sa-tu hari terjerumus ke ke-dalaman. Kehancuran mereka terjadi melalui se-buah peristiwa gempa bu-mi dahsyat yang mung-kin disertai dengan letus-an, petir, keluarnya gas alam serta lautan api.
Malahan, Danau Luth, atau yang lebih dikenal dengan Laut Mati, ter-letak tepat di puncak suatu kawasan seismik aktif, yaitu daerah gempa bumi:
Dasar dari Laut Mati berdekatan dengan runtuhan yang berasal dari peristi-wa tektonik. Lembah ini terletak pada sebuah tegangan yang merentang antara Danau Taberiya di Utara dan tengah-tengah Danau Arabah di Selatan.
Peristiwa tersebut dilukiskan dengan "Kami menghujani mereka de-ngan batu belerang keras sebagaimana tanah liat yang terbakar secara bertubi-tubi" pada bagian akhir ayat. Ini semua mungkin berarti letusan gunung api yang terjadi di tepian Danau Luth, dan karenanya cadas dan batu yang meletus berbentuk "terbakar" (kejadian serupa diceritakan da-lam ayat ke-173 Surat Asy-Syu'araa' yang menyebutkan: "Kami menghu-jani mereka (dengan belerang), maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.")
Berkaitan dengan hal ini, Werner Keller menulis :
Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Di lembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati; bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.
Lava dan lapisan basal merupakan bukti terbesar bahwa letusan gu-nung api dan gempa bumi pernah terjadi di sini. Bencana yang dilukiskan dengan ungkapan "Kami menghujani mereka dengan batu belerang keras sebagaimana tanah liat yang terbakar secara bertubi-tubi" dalam Al Quran besar kemungkinan menunjuk letusan vulkanis ini, dan Allah-lah Yang Mahatahu. Ungkapan "Ketika firman Kami telah terbukti, Kami jungkir-balikkan (kota)", dalam ayat yang sama, mestilah menunjuk pada gempa bumi yang meng-akibatkan letusan gunung api di atas permukaan bu-mi dengan akibat yang dahsyat, serta retakan dan reruntuhan yang diaki-batkannya, dan hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.
"Tanda-tanda nyata" yang disampaikan oleh Danau Luth tentu sangat menarik. Umumnya, ke-jadian yang diceritakan dalam Al Quran terjadi di Timur Tengah, Jazirah Arab, dan Mesir. Tepat di tengah-tengah semua ka-wasan ini terletak Danau Luth. Danau Luth, serta sebagian peristiwa yang terjadi di sekitarnya, pa-tut mendapat perhatian secara geologis. Danau tersebut diperkirakan berada 400 meter di bawah permukaan Laut Tengah. Karena lokasi ter-dalam dari danau tersebut adalah 400 meter, dasarnya berada di keda-laman 800 meter di bawah Laut Tengah. Inilah titik yang terendah di seluruh permukaan bumi. Di daerah lain yang lebih rendah dari permu-kaan laut, paling dalam adalah 100 meter. Sifat lain dari Danau Luth adalah kandungan garamnya yang sangat tinggi, kepekatannya hampir mencapai 30%. Oleh karena itu, tidak ada organisme hidup, semacam ikan atau lumut, yang dapat hidup di dalam danau ini. Hal inilah yang menyebabkan Danau Luth dalam literatur-literatur Barat lebih sering disebut sebagai " Laut Mati".
Kejadian yang menimpa kaum Luth, yang disebutkan dalam Al Quran berdasarkan perkiraan terjadi sekitar 1.800 SM. Berdasarkan pada penelitian arkeologis dan geologis, peneliti Jerman Werner Keller mencatat bahwa kota Sodom dan Gomorah benar-benar berada di lembah Siddim yang merupakan daerah terjauh dan terendah dari Danau Luth, dan bahwa pernah terdapat situs yang besar dan dihuni di daerah itu.
Karakteristik paling menarik dari struktur Danau Luth adalah bukti yang menunjukkan bagaimana peristiwa bencana yang diceritakan dalam Al Quran terjadi:
Pada pantai timur Laut Mati, semenanjung Al Lisan menjulur seperti lidah jauh ke dalam air. Al Lisan berarti "lidah" dalam ba-hasa Arab. Dari daratan tidak tampak bahwa tanah berguguran di bawah permukaan air pada su-dut yang sangat luar biasa, me-misahkan laut menjadi dua ba-gian. Di sebelah kanan semenan-jung, lereng menghunjam tajam ke kedalaman 1200 kaki. Di sebe-lah kiri semenanjung, secara luar biasa kedalaman air tetap dang-kal. Penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa kedalam-annya hanya berkisar antara 50 - 60 kaki. Bagian dangkal yang luar biasa dari Laut Mati ini, mulai dari semenanjung Al Lisan sampai ke ujung paling Selatan, dulunya merupakan Lembah Siddim.16
Werner Keller menenggarai bahwa bagian dangkal ini, yang ditemu-kan terbentuk belakangan, merupakan hasil dari gempa bumi dahsyat yang telah disebutkan di atas. Di sinilah Sodom dan Gomorah berada, yakni tempat kaum Luth pernah hidup.
Suatu ketika, daerah ini dapat dilintasi dengan berjalan kaki. Namun sekarang, Lembah Siddim, tempat Sodom dan Gomorah dahulunya ber-ada, ditutupi oleh permukaan datar bagian Laut Mati yang rendah. Ke-runtuhan dasar danau akibat bencana alam mengerikan yang terjadi di awal alaf kedua sebelum Masehi mengakibatkan air garam dari utara mengalir ke rongga yang baru terbentuk ini dan memenuhi lembah sungai dengan air asin.
Jejak-jejak Danau Luth dapat terlihat.... Jika seseorang bersampan me-lintasi Danau Luth ke titik paling utara dan matahari sedang bersinar pada arah yang tepat, maka ia akan melihat sesuatu yang sangat me-nakjubkan. Pada jarak tertentu dari pantai dan jelas terlihat di bawah permukaan air, tampaklah gambaran bentuk hutan yang diawetkan oleh kandungan garam Laut Mati yang sangat tinggi. Batang dan akar di bawah air yang berwarna hijau berkilauan tampak sangat kuno. Lembah Siddim, di mana pepohonan ini dahulu kala bermekaran daunnya menutupi batang dan ranting merupakan salah satu tempat terindah di daerah ini. Aspek mekanis dari bencana yang menimpa kaum Luth diungkapkan oleh para peneliti geologi. Mereka mengungkapkan bahwa gempa bumi yang menghancurkan kaum Luth terjadi sebagai akibat rekahan yang sangat panjang di dalam kerak bumi (garis patahan) sepan-jang 190 km yang membentuk dasar sungai Sheri'at. Sungai Sheri'at membuat air terjun sepanjang 180 meter keseluruhannya. Kedua hal ini dan fakta bahwa Danau Luth berada 400 meter di bawah permukaan laut adalah dua bukti penting yang menunjukkan bahwa peristiwa geologis yang sangat hebat pernah terjadi di sini.
Struktur Sungai Sheri'at dan Danau Luth yang menarik hanya merupakan sebagian kecil dari re-kahan atau patahan yang melintas dari kawasan bumi tersebut. Kon-disi dan panjang rekahan ini baru ditemukan akhir-akhir ini.
Rekahan tersebut berawal da-ri tepian Gunung Taurus, meman-jang ke pantai selatan Danau Luth dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, dan ber-akhir di Afrika. Di sepanjangnya teramati kegiatan-kegiatan vulkanis yang kuat. Batuan basal hitam dan lava terdapat di Gunung Galilea di Israel, daerah dataran tinggi Yordan, Teluk Aqaba, dan daerah sekitarnya.
Seluruh reruntuhan dan bukti geografis tersebut menunjukan bahwa bencana geologis dahsyat pernah terjadi di Danau Luth. Werner Keller menulis:
Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis me-lewati daerah ini, Lembah Siddim, termasuk Sodom dan Gomorrah, dalam satu hari terjerumus ke kedalaman. Kehancuran mereka terjadi melalui sebu-ah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan, petir, keluarnya gas alam serta lautan api. Pergeseran patahan membang-kitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Di lembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati; bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.17
National Geographic edisi Desember 1957 menyatakan sebagai berikut:
Gunung Sodom, tanah gersang dan tandus muncul secara tajam di atas Laut Mati. Belum pernah seorang pun menemukan kota Sodom dan Gomorrah yang dihancurkan, namum para akademisi percaya bahwa mereka berada di lembah Siddim yang melintang dari tebing terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati menelan mereka setelah gempa bumi.18
Pompei Berakhir Serupa
Al Quran memberi tahu kita dalam ayat berikut bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah.
"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuatnya sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mere-ka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Ren-cana itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlaku-nya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang ter-dahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah." (QS. Faathir, 35: 42-43) !
Ya, "tidak akan ditemukan perubahan dalam sunnah Allah". Siapa pun, yang menentang hukum-Nya dan memberontak terhadap-Nya, akan menghadapi hukum suci yang sama. Pompei, sebuah simbol keme-rosotan Kekaisaran Romawi, juga melakukan perilaku seksual menyim-pang. Kesudahannya pun serupa dengan kaum Luth.
Kehancuran Pompei disebabkan oleh letusan gunung Vesuvius.
Gunung Vesuvius adalah simbol bagi Italia, terutama kota Naples. Karena berdiam diri selama dua ribu tahun terakhir, Vesuvius dinamai "Gunung Peringatan". Gunung ini dinamai demikian bukannya tanpa sebab. Bencana yang menimpa Sodom dan Gomorrah sangat mirip dengan bencana yang menghancurkan Pompei.
Di sebelah kanan Vesuvius terletak kota Naples dan di sebelah timur terletak Pompei. Lava dan debu dari letusan vulkanis dahsyat yang terjadi dua alaf yang lalu memerangkap warga kota tersebut. Bencana tersebut terjadi begitu tiba-tiba, sehingga segala sesuatu di kota itu terperangkap di tengah kehidupan sehari-hari dan hingga kini tetap seperti apa adanya dua alaf yang lalu. Seolah waktu telah dibekukan.
Pemusnahan Pompei dari muka bumi dengan bencana seperti ini bu-kan tanpa alasan. Catatan historis menunjukkan bahwa kota tersebut ada-lah sarang foya-foya dan perilaku menyimpang. Kota ini dikenal dengan meningkatnya pelacuran begitu tinggi sampai-sampai jumlah rumah bordil tidak terhitung lagi. Tiruan alat kelamin dalam ukuran aslinya di-gantungkan di depan pintu-pintu rumah bordil. Menurut tradisi yang ber-akar dari kepercayaan Mithra ini, organ seksual dan persetubuhan tidak seharusnya disembunyikan, namun diper-tontonkan secara terang-terangan.
Namun lava Vesuvius telah menyapu bersih seluruh kota dari peta dengan seke-tika. Segi yang paling menarik dari peris-tiwa ini adalah bahwa tidak ada seorang pun melarikan diri walau demikian he-bohnya letusan Vesuvius. Sepertinya me-reka sama sekali tidak menyadari bencana tersebut, seolah-olah mereka sedang ter-kena mantra. Sebuah keluarga yang sedang menyantap makanan mereka membatu saat itu juga. Banyak pasangan ditemukan membatu dalam keadaan se-dang berhubungan badan. Hal yang pa-ling menarik adalah bahwa terdapat pa-sangan berjenis kelamin sama dan pasang-an muda-mudi yang masih kecil. Wajah dari beberapa jasad membatu yang digali dari Pompei tidak rusak, ekspresi wajah-wajah tersebut pada umumnya menun-jukkan kebingungan.
Di sinilah terdapat aspek yang paling tak terpahami dari bencana itu. Bagaimana mungkin ribuan orang yang menunggu untuk dijemput maut tanpa melihat dan mendengar apa pun?
Aspek ini menunjukkan bahwa musnahnya Pompei mirip dengan peristiwa-peristiwa penghancuran yang disebutkan dalam Al Quran, karena Al Quran secara jelas menyebutkan "pembinasaan yang tiba-tiba" ketika menceritakan berbagai peristiwa itu. Sebagai contoh, "warga kota" yang disebutkan dalam Surat Yaasiin mati seketika secara bersamaan. Keadaan ini diceritakan dalam Surat Yaasiin ayat 29 sebagai berikut:
"Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati."
Dalam ayat 31 Surat Al Qamar, sekali lagi "pembinasaan seketika" ditekankan ketika penghancuran kaum Tsamud dikisahkan:
"Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput ke-ring (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang."
Kematian warga kota Pompei terjadi seketika sebagaimana peristiwa-peristiwa yang diceritakan pada ayat-ayat di atas.
Meskpun demikian, tidak banyak hal yang berubah di tempat Pompei pernah berdiri. Daerah Naples, tempat terjadinya kerusakan, tidak meng-alami yang terjadi di daerah Pompei yang tidak bermoral. Kepulauan Capri adalah basis bagi kaum homoseksual dan kaum nudis bertempat tinggal. Kepulauan Capri ditampilkan sebagai "surga homoseksual" da-lam iklan pariwisata. Tidak hanya di kepulauan Capri dan di Italia saja, namun hampir di seluruh dunia kemerosotan moral yang sama sedang terjadi, dan manusia tetap berkeras untuk tidak mengambil pelajaran dari pengalaman mengerikan kaum-kaum terdahulu.
Monday, January 11, 2010
Situasi....
keadaan semakin membimbangkan skarangni...nampaknya Malaysia dah semakin menghampiri keganasan agama yang diidamkan oleh musuh2 Malaysia...pemimpin wajib melakukan sesuatu untuk meredakan suasana ini...perkara ini hanya bermula menjelang tahun baru aritu bila mahkamah membenarkan herald weekly untuk menggunakan nama Allah...mungkin itu bukan masalahnya...tapi bila terdapat orang yang cetek ilmu mengatakan Allah hanyalah untuk Islam maka bermulalah keganasan yang pasti kita tidak inginkan...pandangan intan mudah, rasanya takde satu buktipun mengatakan Allah itu hak mutlak Islam...takde juga satu buktipun yang mengatakan kristian tidak dibenarkan menggunakan perkataan Allah...jadi ape yang nak dihebohkan sangat..?bagi intan takde satu perkarapun yang boleh dihebohkan...ini sampai buat perhimpunanla, bakar gereja dan baling bom kat gereja apa faedahnya...?kalau tak silap intan,kat sabah sarawakpun kristian guna perkataan Allah takde sapapun marah...kenapa orang yang berhimpuntu tak pegi kesabah sarawak buat demonstrasi...?kalau betullah hanya Islam aje boleh gunakan perkataan Allah tu,kenapa mahkamah tak buat keputusan secepat mungkin untuk tidak membenarkan herald weekly guna perkataan Allah..?kenapa lambat sangat...?adakah keselamatan dalam negara bukan kepentingan..?adalah wajib kepentingan dan keselamatan rakyat diutamakan...adalah tidak mustahil sekiranya selepas ini masjid atau surau pulak dibom atas alasan balas dendam...masatu sapa nak disalahkan...?bertindaklah sebelum terlambat...keadaan ketika ini menimbulkan ketidakpercayaan antara sesama kaum...bila hal ini berterusan ketika itu sudah terlambat untuk bertindak...apabila antara kaum timbul ketidakpercayaan boleh ke kita hidup seperti sekarang lagi...?sudah pasti tidak...diharap janganlah peristiwa 13mei berulang namun ketika ini jalan kearah itu sudah semakin jelas....
Tuesday, January 5, 2010
eGL
eGL ni sebenarnya digunakan secara keseluruhan oleh staf kerajaan tidak kira apa pangkatnya untuk mendapatkan rawatan percuma dan berkualiti dari hospital ataupun pusat kesihatan yang dimiliki kerajaan...pelbagai usaha telah dilakukan kerajaan untuk meluaskan penggunaan eGL ni...tapi sebenarnya intan tak paham sama ada eGL ni berfungsi atau tak...apa yang intan paham eGL ni sepatutnya digunakan secara meluas oleh semua hospital tanpa ada kompromi...sebabnya ialah kerajaan melalui JPA dah melakukan pelbagai usaha untuk memastikan penggunaan eGL dan 'paperless'...KSN sendiri telah pernah mengingatkan hal ini...
intan sebenarnyapun pernah melalui perkara eGL ni semasa sekali pergi ke hospital...masatu intan pergi menemankan kawan yang kebetulan seorang orang kuat Kem. Kesihatan...bila dia pegi aje ke JPL satu hospitalni untuk mendaftar tiba-tiba staf yang bertugas dikaunter meminta bayaran RM1...tak kisahlah RM1 tu...tapi bila kawan intan ni cakap dia staf kerajaan, petugas kaunter langsung meminta GL...setelah mengatakan tidak membawa GL,petugas kaunter tersebut terus meminta RM1 dengan alasan tidak membawa GL dan tidak dapat dibuktikan dia adalah pegawai kerajaan...kawan intan yang malas nak bertengkartu tunjukkan pas dia yang menunjukkan dia adalah pegawai dari Kem. Kesihatan, terus terpaku staf kaunter tersebut dan menyatakan eGL akan digunakan...kawan intan terus menyatakan bahawa kat situ dah terpamer "semua staf kerajaan tidak perlu membawa GL sebaliknya eGL telahpun digunakan di hospital ini" inilah yang amat menghairankan...
Kem. Kesihatan telahpun memberikan kelengkapan dengan pelbagai peralatan canggih namun tidak digunakan jadi untuk apa semuatu....sekiranya benar eGL ini tidak boleh lagi digunakan masih memerlukan GL kertastu maka keluarkan fungsi tersebut buat pengumuman yang menyatakan penggunaan eGL telah ditarik balik...sekiranya eGL ini telahpun diperluaskan, maka hantar staf yang bertugas dikaunter cara untuk menggunakannya dan menyemak eGL ini supaya perkara seperti ini tidak berulang lagi...intan bukan kisahkan RM1, tapi kasihan pada pegawai kerajaan yang bersusah payah datang ke hospital untuk mendapatkan rawatan...yang pasti staf kerajaan yang datang ke hospital adalah yang sakit memerlukan rawatan tetapi tidak dapat menggunakan kemudahan yang diberikan kepadanya oleh kerajaan....
dengan kelengkapan bernilai jutaan ringgit tapi tidak digunakan sepenuhnya...amatlah malang pegawai kerajaan...apabila kemudahan yang diperuntukkan kepadanya tidak dapat digunakan hanya kerana sistem yang telah diperkenalkan kerajaan tidak digunakan oleh anggota bawahannya...amatlah malang juga apabila kerajaan bersungguh untuk memastikan semua pegawai awam celik IT, tahu menggunakan PC tapi apabila diperlukan tidak dapat digunakan...amatlah malang juga apabila kecanggihan yang patut digunakan tetapi kita masih lagi menggunakan perkhidmatan lapuk yang ketinggalan zaman...amatlah malang juga kerana penjimatan kertas yang mahu dilaksanakan kerajaan tetapi perkara seperti ini terjadi sudah pastilah semakin banyak kertas yang digunakan....
intan sebenarnyapun pernah melalui perkara eGL ni semasa sekali pergi ke hospital...masatu intan pergi menemankan kawan yang kebetulan seorang orang kuat Kem. Kesihatan...bila dia pegi aje ke JPL satu hospitalni untuk mendaftar tiba-tiba staf yang bertugas dikaunter meminta bayaran RM1...tak kisahlah RM1 tu...tapi bila kawan intan ni cakap dia staf kerajaan, petugas kaunter langsung meminta GL...setelah mengatakan tidak membawa GL,petugas kaunter tersebut terus meminta RM1 dengan alasan tidak membawa GL dan tidak dapat dibuktikan dia adalah pegawai kerajaan...kawan intan yang malas nak bertengkartu tunjukkan pas dia yang menunjukkan dia adalah pegawai dari Kem. Kesihatan, terus terpaku staf kaunter tersebut dan menyatakan eGL akan digunakan...kawan intan terus menyatakan bahawa kat situ dah terpamer "semua staf kerajaan tidak perlu membawa GL sebaliknya eGL telahpun digunakan di hospital ini" inilah yang amat menghairankan...
Kem. Kesihatan telahpun memberikan kelengkapan dengan pelbagai peralatan canggih namun tidak digunakan jadi untuk apa semuatu....sekiranya benar eGL ini tidak boleh lagi digunakan masih memerlukan GL kertastu maka keluarkan fungsi tersebut buat pengumuman yang menyatakan penggunaan eGL telah ditarik balik...sekiranya eGL ini telahpun diperluaskan, maka hantar staf yang bertugas dikaunter cara untuk menggunakannya dan menyemak eGL ini supaya perkara seperti ini tidak berulang lagi...intan bukan kisahkan RM1, tapi kasihan pada pegawai kerajaan yang bersusah payah datang ke hospital untuk mendapatkan rawatan...yang pasti staf kerajaan yang datang ke hospital adalah yang sakit memerlukan rawatan tetapi tidak dapat menggunakan kemudahan yang diberikan kepadanya oleh kerajaan....
dengan kelengkapan bernilai jutaan ringgit tapi tidak digunakan sepenuhnya...amatlah malang pegawai kerajaan...apabila kemudahan yang diperuntukkan kepadanya tidak dapat digunakan hanya kerana sistem yang telah diperkenalkan kerajaan tidak digunakan oleh anggota bawahannya...amatlah malang juga apabila kerajaan bersungguh untuk memastikan semua pegawai awam celik IT, tahu menggunakan PC tapi apabila diperlukan tidak dapat digunakan...amatlah malang juga apabila kecanggihan yang patut digunakan tetapi kita masih lagi menggunakan perkhidmatan lapuk yang ketinggalan zaman...amatlah malang juga kerana penjimatan kertas yang mahu dilaksanakan kerajaan tetapi perkara seperti ini terjadi sudah pastilah semakin banyak kertas yang digunakan....
Wednesday, December 23, 2009
Salam Perpaduan
dah begitu lama intan tak menulis kat sini...bukan sebab apepun..intan terlalu banyak keje sampaikan diri sendiripun terabai...balik rumah dah lewat malam...ingat nak online kat rumahpun tak dapat...bila badan dah letih...jangan kata online...nak mandipun malas..tau nak masuk tido aje...kepada kengkawan yang tanya kemana intan pegi..intan minta maafla...intan sentiasa ada didepan komputer sebenarnya...tapi sekarangni intan dah tak ikut perkembangan semasa...intan takde masa...terlalu sibuk mengejar kebendaan...hahaha...
so ape perkembangan sekarang...Malaysia menang emas sukan sea...?nampaknya boleh dikatakan semua orang memperkatakan dan memuji skuad Malaysia yang menang emas aritu...intan tengok juga matchtu...tapi bagi intan Malaysia menang nasib...adakah pemain Malaysia menunjukkan permainan berkualiti..?bagi intan jawapannya TIDAK!!!jadi ape kualitinya untuk kita katakan bola sepak kita menuju kejalan yang betul..?intan tak nampak satupun perkara positif yang ditunjukkan oleh pemain Malaysia...nak kata permainan berkualiti bagi intan masa lawan Man Utd aritu lagi berkualiti...pemain kalini lembik...hantar bola merapu...boleh dikatakan pemain main bola tak guna akal pikiran...selagi 1 kejayaan camni diperbesarkan selagi itulah kualiti bola sepak kita dok tangtu juga...tak payahlah nak bagi harapan terlalu tinggi...intan yakin harapan yang diberikantu nanti tinggal harapan aje...
satu perkara yang intan suka sentuh bila ada chance nak menaip kat blogni adalah pasal ekonomi...adakah ekonomi kita kukuh...boleh dikatakan setiap masa telinga kita disodok dengan kenyataan 'ekonomi kita kembali pulih' dan 'kita menuju kejalan yang betul untuk kestabilan ekonomi'..bagi intan kekukuhan ekonomi paling mudah diukur dengan keupayaan kuasa membeli rakyat marhaen...bila orang ramai tak mengeluh dengan kenaikan barang atau ape saja perkhidmatan maka pada masa itulah ekonomi kita boleh dikatakan kukuh...tapi skarangni bila dengan aje minyak naik 5sen semua orang mengeluh...jadi bagi intan ekonomi kita bukan makin kukuh tapi semakin menjunam...oklah intanpun masih ada kerja yang perlu dibuat...jadi sampai sini ajela k...kita jumpa lagi dilain halaman...
so ape perkembangan sekarang...Malaysia menang emas sukan sea...?nampaknya boleh dikatakan semua orang memperkatakan dan memuji skuad Malaysia yang menang emas aritu...intan tengok juga matchtu...tapi bagi intan Malaysia menang nasib...adakah pemain Malaysia menunjukkan permainan berkualiti..?bagi intan jawapannya TIDAK!!!jadi ape kualitinya untuk kita katakan bola sepak kita menuju kejalan yang betul..?intan tak nampak satupun perkara positif yang ditunjukkan oleh pemain Malaysia...nak kata permainan berkualiti bagi intan masa lawan Man Utd aritu lagi berkualiti...pemain kalini lembik...hantar bola merapu...boleh dikatakan pemain main bola tak guna akal pikiran...selagi 1 kejayaan camni diperbesarkan selagi itulah kualiti bola sepak kita dok tangtu juga...tak payahlah nak bagi harapan terlalu tinggi...intan yakin harapan yang diberikantu nanti tinggal harapan aje...
satu perkara yang intan suka sentuh bila ada chance nak menaip kat blogni adalah pasal ekonomi...adakah ekonomi kita kukuh...boleh dikatakan setiap masa telinga kita disodok dengan kenyataan 'ekonomi kita kembali pulih' dan 'kita menuju kejalan yang betul untuk kestabilan ekonomi'..bagi intan kekukuhan ekonomi paling mudah diukur dengan keupayaan kuasa membeli rakyat marhaen...bila orang ramai tak mengeluh dengan kenaikan barang atau ape saja perkhidmatan maka pada masa itulah ekonomi kita boleh dikatakan kukuh...tapi skarangni bila dengan aje minyak naik 5sen semua orang mengeluh...jadi bagi intan ekonomi kita bukan makin kukuh tapi semakin menjunam...oklah intanpun masih ada kerja yang perlu dibuat...jadi sampai sini ajela k...kita jumpa lagi dilain halaman...
Tuesday, December 15, 2009
Karnival Jualan Buku & ICT
Jemput Datang Beramai-ramai Ke
“Karnival Jualan Buku & ICT”
Sempena
The 7th World Conference On Muslim Education
(World-COME 2009)
www.world.come2009.com
“19-27 Disember 2009”
9.00am until 6.00pm
Bertempat Di
“Ruang Legar Perbadanan Perpustakaan Awam Selangor dan Muzium Negeri Selangor”
“Karnival Jualan Buku & ICT”
Sempena
The 7th World Conference On Muslim Education
(World-COME 2009)
www.world.come2009.com
“19-27 Disember 2009”
9.00am until 6.00pm
Bertempat Di
“Ruang Legar Perbadanan Perpustakaan Awam Selangor dan Muzium Negeri Selangor”
Tuesday, October 27, 2009
Salam Kemakmuran
Pembentangan bajet pada jumaat lepas 23hb Okt mungkin banyak yang mengejutkan biarpun pada pandangan intan iya adalah bajet biasa...namun paling mengejutkan bagi intan ialah pemberian bantuan khas kewangan kepada kakitangan awam gred 41-52...bagi intan diorang tak patut dapat itu aje...biarpun intan berada dalam gredtu, cuma bagi intan pendapatan dah cukup...setakat rm500 tak dapat ape rasanya...cukupla untuk tambah duit simpanan kot...hehehe..maafla intan bukan berlagak sombong cuma bagi intan kerajaan patut bagi pada orang yang lebih memerlukan terutama penjawat awam kumpulan sokongan2 dan 1 terutama yang tinggal di kawasan bandar...contoh terbaik KL dan putrajaya...dengan rm500 ape yang boleh diorang beli...?beli pakaian sekolah anakpun rasanya tak cukup...
bagi intan paling memeritkan ialah kenaikan bahan api atau minyak yang dijangkakan pada januari 2010...nampaknya rakyat akan sekali lagi mengeluh...intan cuma nak bagitau...bila harga dinaikkan mengikut harga pasaran,bila harga naik menjulang masatula syarikat minyak atau kerajaan akan naikkan cepat2..bila harga turun..nak tunggu turunnya sampai berbulan...alasan yang diberi ialah kajian sedang dijalankan...sampai bila rakyat akan ditipu dengan keadaan macamni..?mungkin suatu masa rakyat mesti menunjukkan kuasa yang ada padanya...bukan intan tak sokong pada parti yang membentuk kerajaan sekarangni...cuma bagi intan kepentingan rakyat mesti didahulukan...bukan setakat cakap omong kosong...
kepada rakyat...bila peluang tiba nanti tunjukkanlah kuasa yang ada pada tangan anda..jangan disia2kan lagi...kerana semua telahpun terseksa dengan keadaan ini...biarpun intan boleh dikatakan mewah,tapi intan simpati dengan rakyat bawahan yang melarat meneruskan kehiduan dibumi bertuah yang dijajah oleh rakyatnya sendiri yang tamakkan kepentingan dunia...
jumpa lagi dilain hujah...
bagi intan paling memeritkan ialah kenaikan bahan api atau minyak yang dijangkakan pada januari 2010...nampaknya rakyat akan sekali lagi mengeluh...intan cuma nak bagitau...bila harga dinaikkan mengikut harga pasaran,bila harga naik menjulang masatula syarikat minyak atau kerajaan akan naikkan cepat2..bila harga turun..nak tunggu turunnya sampai berbulan...alasan yang diberi ialah kajian sedang dijalankan...sampai bila rakyat akan ditipu dengan keadaan macamni..?mungkin suatu masa rakyat mesti menunjukkan kuasa yang ada padanya...bukan intan tak sokong pada parti yang membentuk kerajaan sekarangni...cuma bagi intan kepentingan rakyat mesti didahulukan...bukan setakat cakap omong kosong...
kepada rakyat...bila peluang tiba nanti tunjukkanlah kuasa yang ada pada tangan anda..jangan disia2kan lagi...kerana semua telahpun terseksa dengan keadaan ini...biarpun intan boleh dikatakan mewah,tapi intan simpati dengan rakyat bawahan yang melarat meneruskan kehiduan dibumi bertuah yang dijajah oleh rakyatnya sendiri yang tamakkan kepentingan dunia...
jumpa lagi dilain hujah...
Subscribe to:
Posts (Atom)